Tampilkan postingan dengan label Bondowoso. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bondowoso. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Desember 2014

Stasiun Panarukan

Stasiun Panarukan (kode:PNR) adalah stasiun kereta api non-aktif yang berada di Kilensari, Panarukan, Situbondo. Stasiun ini merupakan stasiun paling ujung di Jalur kereta api Kalisat-Panarukan. Stasiun ini dahulu mempunyai 2 jalur kereta api dan 5 jalur simpan (khusus bongkar muat barang).
Stasiun ini dibuka pada tahun 1897. Tujuan membuat stasiun ini adalah untuk mengangkut barang dari Pelabuhan Panarukan. Karena itu, dibangunlah jalur lori dari Pelabuhan Panarukan yang berjarak 1 km timur dari stasiun ini. Jalur lori ini hanya digunakan untuk mengangkut barang. Operator stasiun ini adalah perusahaan kereta api pemerintah Hindia BelandaStaats Spoorwegen (SS). Sebelum tahun 1980, stasiun ini sangat ramai dengan penumpang dan barang yang hendak ke pelabuhan.
Pada tahun 1980, aktivitas Pelabuhan Panarukan perlahan-lahan mulai sepi. Ekspor melalui laut kemudian dialihkan kePelabuhan Tanjung WangiBanyuwangi dan Pelabuhan Tanjung PerakSurabaya. Pelabuhan Panarukan menjadi kurang diminati karena lautnya menjadi dangkal sekitar 1,5 meter akibat sedimentasi dari Sungai Sampeyan. Akibatnya, kapal-kapal bertonase besar tidak dapat sandar. Karena jarang dipakai, jalur lori ke pelabuhan dinon-aktifkan pada awal tahun 1990. Setelah jalur lori ini ditutup, stasiun ini tidak melayani kereta barang lagi.
Kereta api penumpang masih bisa beroperasi sampai tahun 2004. Karena prasarna yang sudah sangat tua, PT KAI menutup jalur dan stasiun ini pada tahun 2004. Selain itu, jalur ini ditutup karena kurangnya sarana kereta api Daop 9 Jember. Kereta api lokal yang melewati jalur ini sebelum ditutup hanya membawa 1-2 gerbong ekonomi dan 1 gerbong barang. Tidak ada kereta api yang melewati jalur ini lagi. Rel-rel, sinyal, wesel dan aset-aset kereta lainya dibiarkan terbengkalai. Bahkan ada sebagian yang dicuri dan dijual. Bekas Stasiun Panarukan kini masih ada, namun sudah rusak dan butuh banyak dana untuk memperbaikinya.
Sejak ditutup jalur ini pada tahun 2004, telah muncul banyak wacana untuk mengaktifkan kembali jalur ini. Namun hingga sekarang wacana-wacana tersebut belum terealisasi.
Panarukan 2.jpg
Emplasemen Stasiun Panarukan.
Letak
ProvinsiJawa Timur
KabupatenSitubondo
KecamatanPanarukan
DesaKilensari
AlamatJalan Raya Pos (Jalan Raya Probolinggo-Situbondo)
Sejarah
Tahun dibuka1897
Tahun ditutup2004
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi IX Jember
Singkatan stasiunPNR
Ketinggian+3 m
Sumber Wikipedia

Stasiun Bondowoso

Stasiun Bondowoso (BO, ketinggian: ±253 m dpl) merupakan stasiun kereta api non-aktif yang terletak di Bondowoso, Bondowoso. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api terbesar di Kabupaten Bondowoso. Stasiun ini dulu melayani kereta api lokal tujuan Jember dan Panarukan. Pada tahun 2004 kereta ini dinonaktifkan karena prasarana yang sudah sangat tua. Stasiun ini hanya 1 km dari alun-alun kota Bondowoso. Tidak jauh dari sini terdapat pula gerbong maut yang dulu dipakai oleh tentara Belanda untuk membawa tawanan dari Bondowoso ke Surabaya. Stasiun ini dulu mempunyai 6 jalur kereta api, namun sebelum dinon-atifkan tinggal 2. Sekarang stasiun ini dijadikan aset heritage PT. Kereta Api Indonesia. Selain itu, bangunan stasiun ini juga telah dipugar dan dicat.
Bondowosostation.JPG
Stasiun Bondowoso
Letak
ProvinsiJawa Timur
KabupatenBondowoso
KecamatanBondowoso
Sejarah
Tahun dibukaSekitar tahun 1900-an
Tahun ditutup2004
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi IX Jember
Singkatan stasiunBO
Ketinggian+253 m
Sumber Wikipedia

Sabtu, 15 November 2014

Arak-arak Bondowoso

Arak-arak Bodowoso berada di jalur antara Besuki (Situbondo) dan Bondowoso Jawa Timur. Jalur berkelok dan sempit ini dapat dilewati selama 30 menit untuk sampai Bondowoso dari Besuki. Jalur ini juga menjadi jalur alternatif ke Situbondo dari arah Surabaya jika pantura terjadi kemacetan. Atau bisa juga untuk jalur dari pantura menuju Jember dengan waktu tempuh 1 jam. Tempat ini memiliki pemandangan khas pegunungan. Jika kita melewati jalur ini kita bisa melihat Pantai utara Situbondo.


Di tengah perjalanan tersedia menara pandang untuk menikmati keindahan alam dari ketinggian. Pada saat musim hujan akan mudah untuk melihat kera yang hidup di alam bebas. Jadi kalau naik kendaraan pribadi harus waspada karena adanya kera yang bermain di jalan. Atau anda mau berhenti sejenak untuk berbagi makanan dengan kera?


Jalur ini juga dilewati angkutan umum bus besar jurusan Surabaya-Bondowoso. Sehingga untuk lewat jalur ini diperlukan kewaspadaan dan kesabaran. Karena di beberapa tikungan harus dilewati bergantian jika kendaraan besar berpapasan.